Translet

Powered By google

Kamis, 21 April 2011

Perpisahan (part II)

kenangan-kenangan indah, 
membuatku tak bisa berpisah dengan kalian.. 
tapi ini sudah menjadi suratan.. 
ku berjanji tak kan melupakan kalian..
akan kah jarak yang terbentang membuat kita saling melupakan? ku harap tidak seperti itu.. 
karena kita telah menulis cerita indah bersama..



ingatkah kau pertama kali kita berjumpa?

ingatkah kau saat kita tidak saling mengenal, lalu dengan rasa malu kita berkenalan?

ingatkah kau saat kita lama-lama menjadi seperti saudara?

ingatkah kau saat kita saling mengejek?

ingatkah kau saat kita saling mencontek saat ulangan?

ingatkah kau saat kita tertawa bersama?

ingatkah kau saat kita bersama-sama?

ingatkah kau semua kenangan itu?

itu adalah kenangan.. kenangan terindah..
yang tak akan terlupa..
terimakasih atas semua kenangan-kenangan itu.. 
aku percaya persahabatan tidak akan terhalang oleh jarak..

Rabu, 20 April 2011

Perpisahan

Inilah hidup, dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan..
terkadang kita merasa perpisahan itu akan menyakitkan, dan itu memang benar, kita tidak bisa berpisah dengan orang-orang yang kita sayangi, kita tidak ikhlas berpisah dengan sahabat kita, teman kita, adik-adik & kakak -kakak kita, yang sudah seperti saudara. setelah yang kita lalui bersama mereka, pasti akan berat jika perpisahan itu datang. tapi kita harus sadar bahwa perpisahan pasti akan datang. 
ini adalah kata-kata perpisahan, yg saya buat untuk semua orang yang sudah seperti saudara buat saya, setelah bertahun-tahun kita bersama akhirnya perpisahan itu datang..


Bertemu dan berpisah sudah menjadi suratan bagi manusia
perpisahan bukanlah akhir 
tapi awal dari kehidupan yang direncanakan Allah untuk kita 
sampai jumpa lagi kawan
mungkin suatu saat nanti kita akan bisa bertemu kembali,
dan jika tidak kan ku kenang semua tentang kita
suatu hari nanti mungkin kita akan saling melupakan,
tapi kuharap tidak seperti itu,
karena sudah terlalu banyak kenangan yang kita ukir bersama
sampai jumpa kawan,
ingat kita masih punya kewajiban membalas air mata sang bunda, dan keringat sang ayah
manfaatkanlah waktu kalian untuk membahagiakan mereka
sampai jumpa kawan,
aku akan merindukan kalian


itu beberapa kata yang bisa saya buat untuk orang-orang yang saya sayangi, mudah-mudahan perpisahan ini adalah jalan yang terbaik yang diberikan Allah untuk kita, 
saya gk tau masuknya ke puisi, apa kata mutiara.. yang penting ini adalah luapan perasaan saya saat ini..


Sabtu, 16 April 2011

Renungan (Kasih Sayang Orang Tua Terhadap Anaknya)

Berawal dari seorang ayah yang menginginkan anaknya menjadi insinyur, ia merelakan uangnya untuk membeli laptop demi menunjang perkuliahan dan karir si anak. tetapi si anak kurang berbakat dalam hal mekanik,dan anak ini lebih berbakat dalam bidang photografi.

simaklah cuplikan dialog seorang ayah kepada anaknya ketika ia mencoba memahami apa yang di butuhkan dalam keperluan anaknya...

"aku akan mengembalikan laptop ini"

"nak,berapakah harga sebuah kamera profesional?"

"cukupkah apabila ditukar degan laptop ini?"

"jika masih kurang, bilang ayah ya naaak.."

begitulah kata-kata ayahnya farhan dalam film 3 Idiots



coba kita renungkan:

berapa banyak pengorbanan kedua orang tua terhadap kita?
betapa sabar ibu kita ketika mengandung selama 9 bulan?

betapa giatnya ayah kita mencari nafkah untuk kita sekeluarga?

berapa banyak pengeluaran uang untuk makanan dan minuman kita sejak di kandung hingga sekarang?

berapa banyak kasih sayang mereka?

siapa yang paling khawatir jika kita sedih dan punya masalah?

ketika kita sakit mereka selalu peduli, bahkan merelakan jam istirahatnya demi mengurus kita.

berapa banyak kita telah merepoti mereka?

berapa sering tangis mereka karena kita?

pernahkah kita membuat mereka bangga?

pernahkah kita menyenangkan hati mereka?

pernahkan kita membantu mereka?

pernahkah kita meringankan beban mereka?

pernahkah kita memberikan sesuatu yang berarti bagi mreka?

pernahkah kita mengucapkan cinta dan sayang kepada mereka?

pernahkah kita mengucapkan kata terima kasih pada mereka?

atau bahkan kita sering bersikap acuh kepada mereka jika tidak mengabulkan permintaan kita?

seberapa seringkah kita bisa membuat tersenyum mereka?



mumpung masih ada kesempatan,renungkanlah wahai sahabat....
mumpung umur masih ada,kesempatan belum terlambat..
tanamkan dalam hatimu bahwa engkau bisa sukses dan bisa membuat mereka tersenyum bangga..



>>> by ; Rachmat Efendi <<<